PKO FIKK UNY Dampingi Atlet Tenis Junior DIY melalui Integrasi Mesin Pelontar dan Latihan Konvensional

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pendampingan Peningkatan Akurasi dan Efektivitas Serangan Atlet Tenis Junior DIY melalui Integrasi Latihan Berbasis Mesin Pelontar dan Latihan Konvensional.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu kepelatihan dan teknologi olahraga untuk mendukung pembinaan atlet tenis usia muda.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli 2026 ini melibatkan 20 atlet tenis junior Daerah Istimewa Yogyakarta dan berlangsung selama delapan pertemuan. Tim pengabdi terdiri atas Prof. Dr. Fauzi, M.Si., Dr. Wisnu Nugroho, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Muhammad Irvan Eva Salafi, S.Pd., M.Or. Program dirancang secara sistematis mulai dari asesmen awal, pengenalan dan penggunaan mesin pelontar secara aman, latihan progresif, pendampingan teknik, monitoring, hingga evaluasi.

Dalam pelaksanaannya, atlet mendapatkan latihan yang mengintegrasikan mesin pelontar bola dengan metode latihan konvensional bersama pelatih maupun partner. Mesin pelontar digunakan untuk memberikan umpan yang konsisten dan terukur sehingga atlet dapat melakukan repetisi pukulan secara lebih terarah. Sementara itu, latihan konvensional digunakan untuk melatih respons terhadap bola hidup, variasi arah pukulan, footwork, transisi serangan, dan pengambilan keputusan dalam situasi permainan.

Materi latihan diberikan secara bertahap, mulai dari penguatan teknik dasar forehand dan backhand, kontrol arah pukulan, pola cross-court dan down-the-line, hingga approach shot, voli, mini rally, dan penyelesaian poin. Seluruh delapan pertemuan berhasil dilaksanakan, dengan beban latihan yang ditingkatkan secara progresif sesuai tahapan program.

Berdasarkan pengamatan selama pendampingan, atlet menunjukkan perkembangan dalam konsistensi teknik, penempatan forehand dan backhand, footwork, transisi serangan, serta pengambilan keputusan dalam permainan. Program ini juga menghasilkan panduan latihan delapan sesi dan perangkat monitoring yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan proses latihan.

Kegiatan PkM ini sekaligus menjadi kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui pembinaan aktivitas fisik dan pengembangan kapasitas atlet usia muda. Selain itu, kegiatan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui proses pendampingan, transfer pengetahuan kepelatihan, serta pemanfaatan teknologi olahraga sebagai bagian dari pembelajaran dan pembinaan atlet.

Melalui kegiatan ini, Prodi PKO FIKK UNY terus mendorong penerapan sport science dan teknologi dalam pembinaan olahraga. Sinergi antara perguruan tinggi, pelatih, atlet, Pengda PELTI DIY, dan Pengcab PELTI diharapkan dapat mendukung pembinaan atlet tenis junior yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.