Talent Scouting Berbasis Permainan Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini yang Objektif dan Menyenangkan
Primary tabs

Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Talent Scouting Siswa Sepak Bola dengan Pendekatan Permainan” dilaksanakan sebagai upaya mendukung pembinaan sepak bola usia dini yang lebih objektif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini mengembangkan proses identifikasi bakat melalui aktivitas permainan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 5–7 tahun.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Pengabdi FIKK UNY yang diketuai oleh Dr. Nawan Primasoni, S.Pd.Kor., M.Or. serta melibatkan beberapa mahasiswa. Program dilaksanakan dalam Skema Penugasan Guru Besar dan Dosen Struktural Tahun 2026.
Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh pentingnya identifikasi dan pembinaan bakat sejak usia dini untuk mendukung keberlanjutan prestasi sepak bola nasional. Selama ini, proses seleksi bakat pada tingkat akar rumput masih sering dilakukan secara informal, belum terstandar, dan cenderung subjektif. Selain itu, kegiatan latihan untuk anak usia 5–7 tahun masih banyak menggunakan pola latihan berulang atau drill dan belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis permainan.
Melalui program ini, talent scouting tidak hanya menilai keterampilan teknis bermain sepak bola, tetapi juga memperhatikan potensi anak secara lebih menyeluruh. Aspek yang diamati meliputi ketepatan, koordinasi, keberanian, kerja sama, dan kemampuan merespons instruksi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan dan potensi setiap anak.
Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan mitra, sosialisasi dan penyamaan persepsi, pelatihan bagi pelatih dan pendamping, penerapan model latihan berbasis permainan, pelaksanaan talent scouting, festival sepak bola usia dini, pengumpulan data, serta pendampingan dan evaluasi. Para pelatih juga memperoleh penguatan mengenai pedagogi olahraga anak, pembelajaran berbasis permainan, identifikasi bakat, dan observasi perkembangan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, festival sepak bola usia dini telah diselenggarakan pada 7 Juni 2026 mulai pukul 08.00 hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi ruang penerapan model permainan sekaligus sarana untuk mengamati potensi anak dalam situasi yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.
Pada setiap stasiun permainan, performa peserta dicatat menggunakan checklist observasi terstandar. Pencatatan ini membantu pelatih dan pendamping memperoleh data perkembangan anak secara lebih sistematis. Program juga memperkenalkan pemanfaatan formulir asesmen digital, basis data perkembangan anak, dan sistem dokumentasi sebagai bagian dari penerapan teknologi dalam pembinaan olahraga usia dini.
Selain pelaksanaan festival dan perekaman data performa peserta, dokumen kerja sama telah dimasukkan ke dalam sistem. Pangudi Luhur juga akan melanjutkan kerja sama dalam pembinaan sepak bola. Hal ini menunjukkan bahwa program telah bergerak dari tahap pelaksanaan dan pencatatan data menuju penguatan kemitraan dan keberlanjutan pembinaan.
Meskipun demikian, tim masih mengidentifikasi sejumlah tantangan, antara lain proses identifikasi bakat di tingkat akar rumput yang belum sepenuhnya terstandar, keterbatasan pengalaman sebagian pelatih dalam menggunakan instrumen observasi berbasis permainan, serta perlunya konsistensi pencatatan perkembangan anak pada setiap sesi latihan.
Sebagai tindak lanjut, program akan memperkuat pendampingan pelatih agar mampu berperan sebagai trainer lokal, mengintegrasikan checklist observasi ke dalam kegiatan rutin mitra, dan melanjutkan kerja sama pembinaan sepak bola bersama Pangudi Luhur. Tim juga merencanakan penguatan kapasitas melalui agenda yang melibatkan pelatih Tim Nasional Indonesia, Nova Arianto.
Melalui pendekatan yang berpusat pada anak, program ini diharapkan menghasilkan model talent scouting berbasis permainan yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh mitra. Model tersebut sekaligus menjadi langkah strategis menuju sistem pembinaan sepak bola usia dini yang menyenangkan, terukur, adil, dan mampu mengenali potensi setiap anak secara lebih komprehensif.